Salam Konservasi

Salam Konservasi

Selasa, 01 Desember 2015

Danau Gunung Karang (Beko)



Kabupaten Tegal merupakan salah satu daerah di provinsi Jawa Tengah dengan ibukotanya slawi . Dengan letaknya yang strategis, sering menjadi lalu lalang masyarakat setempat ataupun perantau .  Jika ditelusuri lebih jauh Kabupaten Tegal  menyimpan sejuta keindahan dengan kekayaan hayati yang beragam dan begitu banyak denah wisata yang sering dikunjungi baik wisata alami maupun buatan.
Salah satunya Danau Beko . Danau Beko sering sekali dikenal sebagai danau gunung karang atau Danau Beko Margasari . Danau ini berada di bukit gunung karang / kapur di dusun Karangdawa Desa Karangasem Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Lokasinya terletak sekitar 40 Km dari Kota Tegal menuju arah purwokerto .  dengan letaknya yang terkenal sebagai Karangasem Margasari , maka tercetuslah Danau Gunung Karang oleh masyarakat sekitar . Perjalanan menuju danau ini akan disuguhi berbagai macam pemandangan yang indah seperti hutan jati disepanjang perjalanan dan pemandangan bukit kapur  yang berada di barat margasari – pagerbarang – jatibarang .
Jika ditelusuri lebih jauh nama danau ini terdengar aneh , namun jika ditelusuri asal – usulnya danau ini merupakan bekas galian penambangan kapur (gamping) campuran semen bahan bangunan . Penggalian batu gamping / kapur itu menggunakan alat berat backhoe, yang oleh awam dibaca beko atau bego. Jadilah genangan air yang mengisi bekas galian backhoe atau beko itu disebut danau Beko. Dapat dikatakan bahwa danau ini merupakan bekas penambangan batu kapur , karena aktivitas itulah menyebabkan beberapa cekungan . cekungan tersebut terisi oleh air hujan yang lama kelamaan menjadi penuh dan terbentuklah sebuah danau . Begitulah asal muasal dinamakannya Danau Beko .
Danau beko ini mempunyai 5 genangan / cekungan yang masing – masing mempunyai daya tarik sendiri , lokasi kelim genangan tersebut berurutan dengan kisaran 300 m2 genangan pertama , 450 m2 genangan kedua , 600 m2 genangan ketiga dengan posisi memanjang , 1200 m2 genangan keempat dan genangan kelima merupakan genangan yang luas dan yang paling ramai dikunjugi . hal itu dikarenakan genangan ini digunakan masyarakat sebagai sarana berenang dengan cara melompatinya dari bukit 
.



Kalau di lihat sebenarnya munculnya danau  tersebut adalah hal yang wajar karena daerah tersebut merupakan  lokasi galian. Namun  karena beberapa hal membuat  masyarakat menjadi  heboh, dan  bahkan danau beko margasari tersebut menjadi trending topic di Kabupaten Tegal itu sendiri .
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, hebohnya “kemunculan”  danau  tersebut adalah  berawal dari suatu  kejadian  musibah yang di alami oleh salah seorang  penambang  kapur.  Dimana ketika penambang tersebut sedang  membuat lubang  untuk  menanamkan bahan peledak, tiba-tiba tempat yang dia pijak amblas dan longsor ke bawah  ke dalam  air  sedalam  sekitar  delapan  meter.  
Kejadian tersebut kemudian  membuat  heboh  warga, dan warga pun  mulai  banyak  yang  berdatangan  karena berkembangnya  kabar dan desas-desus  bahwa di gunung karang muncul danau .  ada lagi yang menyebutnya terdapat sungai bawah tanah,  ada lagi  yang  menyebutnya terdapat  segara bawah tanah di gunung karang tersebut.  Masyarakat sekitar pun kemudian semakin banyak berdatangan dan tambah populerlah danau tersebut. Sehingga warga masyarakat sekitar tersebut menyebutnya “DANAU GUNUNG KARANG
Mitos lain yang berkembang dari warga setempat adalah bahwa di sekitar wilayah tersebut ada sumur gaib yang di sebut “SUMUR TANTU” .  mitos tersebut muncul karena orang-orang tua pada jaman dahulu, melarang anak-anaknya menggembala  kambing/bebak di sekitar daerah tersebut, karena konon sering ada orang yang kehilangan hewan gembalaannya di daerah tersebut, dan beberapa hari kemudian “konon” hewan gembalaan tersebut ditemukan sudah mengapung di sungai di daerah kecamatan songgom. Padahal di daerah gunung karang tersebut sama sekali tidak ada sungai ataupun sumur yang terhubung ke sungai tersebut. 
Ketika di tanyakan kepada warga yang pernah bercocok tanam di daerah “Danau Gunung Karang” tersebut, bahwa dahulu memang di wilayah tersebut ada sebuah gua yang memiliki mata air jang jernih.  Gua tersebut biasa di pakai oleh para penambang untuk berteduh dri terik matahari. Namun kemudian gua tersebut runtuh karena getaran-getaran yang di akibatkan oleh aktifitas penambangan kapur yang menggunakan bahan peledak. Sehingga mata air tersebut kemudian tertutup. Dan sekarang mungkin mata air tersebut terbuka kembali dan menjadi salah satu sumber air dari danau, di samping dari air hujan.





By : Fikrotur Roosyikhoh / 3201414031 / Pendidikan Geografi '14


Tidak ada komentar:

Posting Komentar